Pharmaday Sebagai Ajang Kampanye dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Produk Kosmetik

Cantik merupakan idaman bagi setiap wanita. Definisi cantik identik dengan warna kulit yang putih maupun cerah. Hal ini membuat kaum wanita berlomba-lomba dalam memutihkan dan mencerahkan kulit baik wajah maupun tubuh. Upaya yang banyak dilakukan adalah menggunakan produk pemutih maupun pencerah kulit baik krim maupun lotion. Besarnya permintaan terhadap produk menyebabkan oknum tidak bertanggungjawab melakukan pemalsuan maupun menggunakan bahan berbahaya kedalamnya.

Sebagai upaya mencegah terjadinya efek samping ataupun hal yang tidak diinginkan akibat pemakaian produk pemutih dan pencerah kulit, Kelompok D-3 Farmasi Masyarakat, yang terdiri dari tiga belas mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR melakukan promosi kesehatan. Promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemilihan dan penggunaan produk pemutih dan pencerah kulit.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Rabu (28-11-2019) di sekitar Pusat Layanan Kesehatan (PLK) Kampus C UNAIR. Kegiatan promosi kesehatan ini berlangsung dengan meriah. Berlangsung selama tiga jam dimulai dari pukul empat sore, kegiatan ini berhasil menarik antusiasme sivitas akademika UNAIR.

Dengan menggunakan bannersebagai media promosi kesehatan, kelompok D-5 menyajikan serangkaian kegiatan diantaranya penjelasan mengenai kandungan aman maupun berbahaya pada produk, display produk, batas penggunaan produk setelah dibuka, cek legalitas produk dan diakhiri dengan pertanyaan yang harus diselesaikan oleh partisipan. Setiap partisipan yang berhasil menjawab benar akan diberikan hadiah.

Pemilihan media bannerini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih banyak dan partisipan aktif bertanya tentang hal-hal yang seputar produk kosmetik yang digunakan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, pengetahuan masyarakat seputar produk kosmetik meningkat. Dengan lebih banyaknya informasi yang dimiliki, masyarakat bisa memilih dan menggunakan produk kosmetik dengan benar.


Unduhan