Tindak Lanjut Program Pelayanan Kesehatan Konvensional dan Komplementer Terpadu Fakultas Farmasi Universitas Airlangga 2019

Pelayanan kesehatan terpadu sistem konvensional dan komplementer di Kawasan Karang Gayam Teratai, Surabaya kembali dilaksanakan melalui Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi tahun 2019. Program yang merupakan kelanjutan program serupa tahun 2017, dilaksanakan terhadap warga masyarakat RT 2 RW 4 sejumlah 30 orang. Konsep kegiatan adalah konsultasi kesehatan, pelayanan akupunktur dan pijat, dan tanaman obat keluarga. Fokus konsultasi adalah pada penggalian informasi tentang pelaksanaan hasil pemeriksaan dokter Pusat Kesehatan Masyarakat setempat, antara lain kepatuhan minum obat sesuai anjuran dokter, pengaturan pola hidup terutama pola makan, olahraga dan istirahat, serta pemilihan tanaman obat yang sesuai dan menunjang pengobatan dokter. Konsultasi tersebut dilakukan oleh dosen Fakultas Farmasi, dan sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kadar gula acak, kolesterol dan asam urat dalam darah.
Kegiatan kali ini dilaksanakan selama tiga bulan berturut- turut, yaitu Bulan Juli sampai dengan September 2019. Kegiatan terbagi dalam pelayanan kesehatan dalam empat kali pertemuan selama sebulan, pendampingan penanaman tanaman obat, diskusi kelompok, dan kunjungan ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, Jawa Tengah.

Penyuluhan Herbal dan Konsultasi kesehatan
Dari ke 30 pasien yang terpilih, hanya terdapat 4 orang yang mempunyai rentang usia 35 – 50 tahun, dan pasien lain mempunyai rentang usia 51 – 80 tahun. Mayoritas pasien adalah yang sudah mengikuti program pengabdian masyarakat tahun 2017. Melalui interaksi kembali dua tahun setelahnya, ternyata dijumpai fakta kondisi kesehatan umum pasien yang tidak baik. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula acak, asam urat dan kolesterol darah menunjukkan tidak seorang pun mempunyai profil darah yang berada dalam batas normal. Semua pasien belum menjalankan pola hidup sehat, terutama yang berkaitan dengan pola makan. Secara umum mereka belum dapat menerima kenyataan, bahwa masakan siap saji, termasuk yang berbahan jeroan, kulit ayam, bakso, gulai, memberikan andil yang cukup signifikan pada penurunan kondisi kesehatan pada usia lanjut. Salah satu faktor penyebab keadaan itu adalah kesibukan mengasuh cucu, sehingga tidak dapat menyediakan waktu yang cukup untuk memasak makanan sendiri.
Pengetahuan tentang manfaat tanaman obat untuk mencegah penyakit tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara rutin, sehingga tidak diperoleh hasil yang memadai.
Melalui penyuluhan pada bulan pertama program pengabdian masyarakat tahun ini, diberikan informasi tentang manfaat berbagai tanaman obat untuk kesehatan, terutama biji jintan hitam bagi peningkatan daya tahan tubuh.
Materi konsultasi juga meliputi anjuran untuk berolahraga secara rutin setiap hari selama minimum 30 menit, dan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.
Penyuluhan dan konsultasi diberikan oleh dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, yaitu Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS., Apt. Tutik Sri Wahyuni, MS., Apt., Ph.D, Dra. Rakhmawati, MS., Apt. , dan Drs. Herra Studiawan, MS, Apt.

Pengobatan komplementer
Pengobatan komplementer pada program pengabdian masyarakat ini diberikan dalam bentuk pelayanan akupunktur dan pijat. Konsultasi dan pelaksanaan pengobatan tersebut dilaksanakan oleh dosen luar biasa Program Studi Pengobat Tradisional Universitas Airlangga, Dr. Wijayanti Mardiana, bersama alumni dan mahasiswa program studi D-3 dan D-4. Berbagai minuman tradisional Indonesia berbahan herbal disuguhkan kepada pasien agar menambah motivasi untuk selalu menjalankan pola hidup sehat.

Diskusi kelompok dan penanaman tanaman obat
Program bulan ke dua dan ketiga terdiri atas diskusi kelompok dan pendampingan penanaman berbagai tanaman obat. Diskusi kelompok yang dihadiri juga oleh para kader tim penggerak Pemberdayaan Kesehatan Keluarga (PKK) tersebut membahas berbagai permasalahan klasik yang perlu diatasi, termasuk keengganan kaum muda untuk berpartisipasi pada kegiatan warga. Hal tersebut terutama disebabkan oleh kesibukan kerja, dimana kondisi inilah yang menjadi kendala pelaksanaan pola hidup sehat.
Pemilihan berbagai tanaman obat yang dapat dimanfaatkan secara langsung adalah sambiloto, brotowali dan pegagan. Untuk menambah pengetahuan tentang tanaman obat, dua orang pengurus kelompok lanjut usia melakukan kunjungan ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, Jawa Tengah.
Keberhasilan dalam menciptakan suasana persaudaraan melalui diskusi pada penyuluhan, konsultasi dan pengobatan telah menimbulkan kepercayaan dan keyakinan dalam diri pasien untuk dapat mencapai keadaan sehat kembali. Mereka berharap agar kegiatan pelayanan semacam ini dapat diadakan secara rutin sebagai media untuk monitoring kesehatan.

Dukungan
Dukungan secara optimal diberikan oleh pimpinan fakultas melalui Komisi Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Airlangga yang diketuai Dr. Wiwied Ekasari, SSi, Apt. Pimpinan menggarisbawahi pentingnya upaya terintegrasi antar fakultas dan alumni dari berbagai disiplin ilmu untuk tujuan meningkatkan kesehatan, tanpa melakukan intervensi pengobatan dokter puskesmas. Dengan program yang dirancang secara matang, maka misi perguruan tinggi untuk membantu menciptakan masyarakat sehat yang berkelanjutan dapat segera terwujud.
( koresponden: Mangestuti)

  Dosen dan mahasiswa pelaksana Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Airlangga 2019 Karanggayam Teratai

Dosen dan mahasiswa pelaksana Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Airlangga 2019 Karanggayam Teratai, Surabaya (Foto: dokumentasi pribadi)

  Penyuluhan herbal oleh Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS., Apt.

Keterangan gambar:
Penyuluhan herbal oleh Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS., Apt.(Foto: dokumentasi pribadi)

 

Konsultasi kesehatan oleh tim penyuluh


Keterangan gambar:
Konsultasi kesehatan oleh tim penyuluh (Foto: dokumentasi pribadi)


Unduhan