Artikel



2 Sep, 2014

Tujuan Keilmuan Departemen Farmakognosi dan Fitokimia

Tujuan dari Keilmuan Departemen Farmakognosi Fitokimia adalah mempelajari sistematika tumbuhan obat mulai dari segi anatomi, morfologi, senyawa metabolit (kimia, protein) dan genetik, kultur jaringan tanaman/hewan, ekstraksi, isolasi, struktur elusidasi senyawa metabolit beserta aktivitasnya, standarisasi bahan dan formulasi obat tradisional.


Komponen Keilmuan Departemen Farmakognosi Fitokimia


Departemen Farmakognosi Fitokimia mempunyai bidang pendidikan (akademik dan professional), penelitian, pengabdian masyarakat, produksi (R & D), validasi, kolaborasi, konsultasi, informasi dan publikasi.


Departemen Farmakognosi Fitokimia di bidang pendidikan:



  • Tingkat Pendidikan Sarjana (4 tahun)

    1. Botani Farmasi

    2. Farmakognosi

    3. Bioteknologi Farmasi

    4. Fitokimia

    5. Fitofarmasi


  • Tingkat Pendidikan Master dan Doktor

    1. Natural Product Chemistry

    2. Bioteknologi Tanaman (kultur jaringan tanaman)

    3. Fitofarmasi



Program pendidikan S-1 dan mata ajaran Kurikulum 2000:


Departemen Farmakognosi Fitokimia memerlukan dasar-dasar keilmuan sesuai dengan tujuan keilmuan. Persyaratan yang diperlukan adalah lulus dengan nilai baik (minimal B) untuk mata kuliah Ilmu Kimia dasar, Biologi Dasar, Matematika. Ilmu-ilmu ini diperlukan dalam menunjang keilmuan Bahan Alam berikut :



  • Departemen Farmakognosi Fitokimia dengan topik terpilih dari mata ajaran :

    1. Biologi Dasar ( Seluler dan Molekuler )

    2. Anatomi - Histologi Tumbuhan

    3. Sistematika Tumbuhan

    4. Kemotaksonomi

    5. Farmakognosi

    6. Fitokimia

    7. Bioteknologi Farmasi

    8. Obat Tradisional



    • Departemen Farmakognosi Fitokimia terkait aspek validasi dan produksi dengan mata ajaran :

      1. Fitofarmasi

      2. Standarisasi prosedur dan bahan




    • Laboratorium Botani Farmasi

    • Laboratorium Farmakognosi

    • Laboratorium Fitokimia

    • Laboratorium Bioteknologi Farmasi

    • Laboratorium Fitofarmasi

    • Laboratorium Uji Aktivitas Hewan Coba



    • Kebun Raya Purwodadi

    • Materia Medika Batu

    • BPTO Tawangmangu, Solo

    • Lab. Farmakologi, FK Unair

    • Lab. Patologi Klinik, FK Unair

    • Lab. Parasitologi, FK Unair

    • Lab. Faal, FK Unair

    • Lab. Biomedik, FK Unair

    • Lab. Embriologi, FKH Unair

    • Lab. Klinik Hewan, FKH Unair

    • Poli OT, P4K Indrapura Surabaya

    • Poli OT, RSUD Dr. Sutomo Surabaya



  • Keilmuan tersebut diatas dalam kurikulumnya dilakukan pembatasan dan penyesuaian dengan "kasus dan masalah" yang terkait dengan ilmu kefarmasian dan profesi farmasis (apoteker) serta dirancang menjadi tuntutan kompetensi dan menghasilkan lulusan pada terapan asuhan kefarmasian di klinik, komunitas dan di Industri Obat Tradisional.


    Dalam perkembangan sumber daya manusia dimasa depan (lima tahun) akan ada dosen farmasi yang mendampingi untuk berintegrasi dengan dosen Departemen lain di dalam maupun luar Fakultas Farmasi. Keterlibatan dosen Departemen/Fakultas lain dilingkungan Universitas Airlangga akan menjadi strategis jika digunakan metoda pembelajaran PBL (problem based learning).


    Laboratorium

    Dalam pelaksanaan program tridarma perguruan tinggi, Departemen Farmakognosi Fitokimia membentuk laboratorium sesuai dengan keilmuan. Laboratorium adalah unsur penunjang program departemen dalam pengembangan keilmuan yang merupakan wadah kegiatan kelompok dosen dalam bidang minat pengembangan ilmu dan lintas ilmu ("Peraturan Tentang Organisasi Dan Tata kerja FF-Unair 2003" pasal 43).


    Berdasarkan jenis laboratorium yang sudah ada sebelum struktur bagian terbentuk, maka dapat ditata ulang pembentukan beberapa laboratorium dalam bagian sebagai berikut :


    Sebagai bagian akademik yang khusus, maka dapat disebutkan beberapa laboratorium di luar Farmasi Universitas Airlangga sebagai berikut :


    Masing-masing laboratorium di bagian dan lembaga akan bertanggung jawab terhadap pengembangan keilmuan untuk menunjang program tridarma (pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyakarat). Pimpinan laboratorium dan keanggotaan kelompok dosen sesuai laboratorium ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku.


ff.unair.ac.id