Rektor UNAIR Tekankan Para Gubes Kembangkan Ilmu Pengetahuan Era Industri 4.0

Rektor UNAIR Prof. Nasih saat membuka sidang guru besar di Aula Garuda Mukti. (Foto: M. Alif Fauzan)

UNAIR NEWS  –Universitas Airlangga kembali mengukuhkan empat guru besar pada Kamis (19/12/2019) bertempat di Aula Garuda Mukti Kampus C UNAIR. Keempat guru besar tersebut berasal dari tiga bidang keilmuan yang berbeda.

Keempat guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Ida Bagus Narmada, drg., Ap. Ort(K) dan Prof. Dr, Tamara Yuanita, drg., M.S.,Sp. KG(K) dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Kemudian  Prof. Dr. Hendy Hendarto, dr., Sp. OG(K) dari Fakultas Kedokteran (FK). Serta Prof. Junaidi Khotib, S. Si., M. Kes., Ph.D., Apt. dari Fakultas Farmasi (FF).

Tercatat dari pengukuhan guru besar baru tersebut, UNAIR telah memiliki guru besar aktif sebanyak 207 orang. Sementara sejak berdiri pada tahun 1954, UNAIR telah melahirkan guru besar sebanyak 499 orang.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UNAIR, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., AK., CMK., C. A., menyampaikan beberapa amanah untuk para guru besar yang dilantik. Prof. Nasih menyampaikan bahwa menjadi guru besar adalah bagian dari raihan atas pilihan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

“Jalan dari setiap tenaga pendidik terutama dosen adalah menjadi guru besar yang sudah memiliki tanggung jawab atas ilmunya,” ungkapnya.

Prof. Nasih juga menambahkan bahwa menjadi guru besar harus memiliki inovasi di era Revolusi Industri 4. 0. Inovasi tersebut juga harus diimbangi dengan nilai humaniora yang dimiliki oleh setiap guru besar.

Prof, Nasih juga mengatakan dalam pengukuhan ini ada hal yang istimewa. Istimewanya, para guru besar tersebut mampu menggunakan pendekatan ilmu lain untuk memudahkan penelitian. Sikap inilah yang harus ditekankan oleh Prof. Nasih kepada para guru besar agar senantiasa memberikan solusi secara berkelanjutan.

“Dengan bantuan ilmu bidang lain, diharapkan para guru besar mampu menjawab tantangan dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Para keempat guru besar tersebut dalam pengukuhannya meneliti beberapa permasalahan milenial yang dapat diatasi. Sesuai dengan bidangnya, para guru besar tersebut memaparkan hasil penelitiannya kepada para audien.

Prof. Ida pada pengukuhannya menjelaskan perawatan maloklusi era milenial seperti CBT hingga 3D intra oral  scanner mampu mendiagnosis dan perawatan ortodonti. Kemudian Prof. Tamara memaparkan penelitiannya tentang ekstrak limbah buah coklat yang mampu memperbaiki disinfeksi saluran akar gigi.

Sementara Prof. Hendy menyampaikan solusi bayi tabung sebagai teknologi mengatasi masalah infertilitas dimasa depan. Serta sebagai penutup, Prof. Junaidi memaparkan rekayasa pengembangan produk Erythropoietin yang aman dan bermutu bagi masyarakat.(*)

Penulis: Aditya Novrian

Editor: Nuri Hermawan


Unduhan